Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ungkapan Bahasa Daerah

Tak perlu tak apa

Gambar
Aku tau kamu baik-baik aja, tapi aku selalu mendo'akan yang terbaik untuk kamu. Jika kamu mampu menerima kekuranganku, aku percaya kebersamaan ini akan buat kita saling melengkapi. Aku tidak akan menjanjikanmu selamanya. Aku hanya akan mengingatkan, rasa ini padamu akan berulang terus setiap harinya. walaupun cinta yang ku punya sangat sederhana, tetapi aku pastiin akan membuktiin nya dengan kamu dengan cara yang luar biasa Kamu tak perlu merasakan apa-apa, cukuplah beri kesempatan untukku merasakan saat bersamamu. Aku mungkin tak layak untuk tetap bersamamu, namun izinkanlahku menyayangimu walaupun tak boleh memilikimu. Kutak menyesali kehidupan ini, kuberharap setiap yang mendekatimu merasakan satu sisi dengan hati dan dengan penuh perasaan. Biarkanlah cintaku bermekar penuh kerinduan, dan sayangku tetap subur tak pernah layu seiring waktu berlalu. Karena inginku, semua biarlah kumerasakannya.

Sepiku

Gambar
Masih indah terasa dalam ingatan, pernah kita lalui hari bersama meskipun kini tinggal kenangan. Saat pertama kita bertemu, kuyakin sungguh engkau untukku, namun yang ada engkau pergi tinggalkanku, kisah yang indah telah berlalu. Kini, hari-hari aku lalui dalam sepi, tanpa kamu lagi yang aku nanti di sini. Kuterjerat dalam rindu yang tak pasti, semua berlalu bagai mimpi.

Syair bahasa ibu

Tungga Tau Ngara ole : Fath Ate nekka ngere ata tekka ate lo nggedhe sai ta todo ate yo ila mo'o yopo terru tungga tau serru naru tungga tau ngara me'a jepi mo'o te'a rekke miu ta mo'o niu bhodo miu enna negha mbana me'a ne'e ata pesa modo. tau ri'a-ri'a jepi rame ria.

Bahasa ibu dalam syair

Angi Tau pani oleh : Fath Bata bewwa dau mata mesi watu raba bhila bhale ghole angi ri mona sai ta giri angi wara dau pu'u waya Ga'e dewa ta umu dewa pati kami angi ma'e bai bani kami pai wai ura angi bhodo mona yai ta jepi pani

UNGKAPAN BAHASA DAERAH

UNGKAPAN BAHASA DAERAH Oba nee Nanga da se....gha waebata (Leluhur Oba dan Nanga telah menaklukkan samudera). Sa lapa sa lazi neë maghi padhi, sa teda sa ngeda neë peda mëra (tanah yang ditunjuk dan yang akan dikuasai, dibagi habis dengan batasnya barisan lontar dan duri perang). Pale nee zala pale, toke nee zala sede (Berpencarlah ke wilayah pesisir dan mendakilah ke daerah pegunungan/pedalaman) Sa Lapa Sa Lazi Nee Padhi Maghi, Sa Teda Sa Ngeda Nee Peda Mera ( semua tanah telah dibagi habis dengan batas tertentu yang diibaratkan dengan barisan pohon lontar dan duri perang). bagi peningkatan taraf hidup semua orang ( Wi Polu Bhogu Jou, Paga Bhangu Asa ). Koko Neë dolo to, Lanu neë tadu asu (memiliki pembagian hak dan kewajiban yang jelas) Bani puü ngiï da Ngai ( Berani tampil karena bisa ) Kamu kana nama mala (harus memiliki kekerabatan yang luas)