Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pangan Lokal

Sambal Bima - Mbojo

Gambar
Suku Mbojo berada di pulau Bima ini menyimpan kuliner yang sangat lezat. Salah satunya adalah sambal. Meski bukan menu utama, tak bisa dipungkiri sambal adalah teman makan yang sangat penting. Seperti ditulis oleh mada di  blog ini , berikut: 1. “Samba Kahuntu Kalo” Biasanya Jantung Pisang dimanfaatkan sebagai sayuran tentu sudah biasa. Di suku Mbojo jantung pisang juga dimanfaatkan menjadi sambal yang super lezat. Cara membuatnya: jantung pisang direbus lalu ditambahkan garam. Kemudian diiris kecil-kecil, lalu tambahkan bawang merah, tomat, udang, daun kemangi, cabai dan bahan lain. Terakhir tambahkan garam dan penyedap rasa. Uniknya semua bahan yang telah dicampur itu ditambahkan santan. Rasanya, wow silakan dinikmati dengan ikan goreng atau panggang. 2. “Tutu Mangge” Yang tak kalah unik adalah Sambal Colek Asam atau “Tutu Mangge". Seperti namanya, sambal ini hanya berbahan dasar asam. Buah asam yang dipakai adalah buah yang masih muda,yang bijinya bel...

Makanan Khas Ende Lio - UWI KAJU GA’U

Gambar
UWI KAJU GA’U; KREASI KULINER KHAS ENDE LIO 4 Desember 2015 Mengenal kuliner local memang tiada habisnya. Setelah kali lalu penulis memaparkan kuliner local ende lio berupa are jawa, kali ini salah satu panganan local asli ende lio adalah Kreasi dari Ubi Kayu. Bagi masyarakat EndeLio, UwiKaju/UwiAi (UbiKayu/Singkong) merupakan panganan lokal yang menjadi makanan pokok dan sudah ada sejak masa nenek moyang. Salah satunya adalahUwiKaju/Uwi Ai Ga’u. Meskipun sama-sama berbahan dasar ubi namun uwi kaju ga’u belum sepopuler uwi ai ndota atau uwi ai punga. Ubi kayu atau juga disebut singkong, tentu sudah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Secara tradisional, ubi kayu/singkong sangat diminati karena singkong memang mengandung cukup tinggi kalori dan sumber energi yang baik. Dalam perkembangannya, singkong kini telah banyak dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam penganan, atau diambil patinya untuk berbagai macam keperluan. Di daerah Nusa Tenggara Timur pada masa se...

Alu Ndene

Gambar
Alu Ndene Alu adalah merupakan tepung dari air endapan ubi atau singkong yang sudah kering. Bentuknya seperti halnya tepung terigu yang biasa dijual di toko-toko.   Alu yang sudah kering dan padat itu, diremas agar dia menjadi tepung. Sebelum melajutkan kegiatan yang lainnya, persiapkan juga bahan yang berikutnya yaitu kepala yang diparut ( nio regu ). Setelah alu tadi diremas dan hasilnya sudah menjadi tepung, langnkah selanjutnya adalah masukkan ke wadah yang agak lebar. Tambahkan parutan kelapa yang sudah disiapkan tadi, gula pasir secukupnya, juga garam secukupnya. Setelah bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam satu wadah, kemudian dicampur dan diremas-remas sehingga diantaranya menjadi tercampur merata. Disaat mencampuri bahan-bahan tadi tak perlu tambahkan air, namun setelah campurannya merata barulah tambahkan air secukupnya sehingga alu yang tadinya kering menjadi basah. Perlu diperhatikan alu tersebut jangan sampai berair karena terlalu berair bisa lengket  da...

Uwi Ndota

Gambar
Uwi Ndota Sudah tidak menjadi sesuatu yang baru terdengar lagi uwi ndota dalam masyarakat Ende. Apalagi kepada penghuni pesisir pantainya. Tanaman ubi yang sering dikenal dengan sebutan singkong ini istilah masyarakat Ende uwi ai. Sedangkan uwi ndota adalah ubi yang dicincang. Uwi ndota atau disebut ubi cincang tersebut menjadi makanan lokal terpopuler yang sehingga kini masih dikonsumsikan sebagian besar masyarakat pesisir. Berikut tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkan uwi ndota ini. Sebelum mendapatkan uwi ndota yang perlu dipersiapkan bahan-bahan pendukung lainnya yaitu; zata (wadah dari kayu yang bentuk permukaannya rata), topo (parang untuk cincangnya), nggapi (sebentuk dua batang kayu sebagai pemerasnya), idhe (wadah sebentuk wajan dari anyaman daun lontar), dan juga uwi ai (ubi atau singkong). Pastikan semua bahan tersebut telah disiapkan. Semula uwi (ubi) dikupas kulit luarnya yang kasar lalu dibelah dan dikeluarkan urat yang keras ditengahnya , setelah itu dibe...

Muku Ghe'u

Muku Ghe’u Pangan lokal yang satu ini sepertinya sudah tidak asing lagi di masyarakat Nagekeo, apalagi wilayah Selatannya Nagekeo Mauponggo khususnya Aewoe. Cara pembuatannya pun sungguh simpel dan tidak begitu rumit. Semula makanan ini adalah makanan selingan selain muku raka (pisang yang direbus). Pembuatan Muku Ghe’u ini adalah, semula kita perlu siapkan bahannya, yaitu; pisang yang masih berbuah muda atau pisang yang belum mengkal. Karena pisang yang belum mengkal adalah pilihan bahan yang lebih bagus, berikut yang perlu disiapkan adalah daun serre ( nawe ), lebih sedap lagi dan aromanya lebih terasa disiapkan juga dengan ikan kering yang kecil ( ika jezze tu’u ). Setelah semua bahan yang sebutkan disiapkan, maka langkah selanjutnya adalah pisang tersebut dihancurkan atau dicincang sampai bahannya menjadi bentukan terpisah yang terkecil. Begitu pula dengan serre diiris sehingga halus. Kemudian ika tu’u tadi dicuci agar asinnya sedikit berkurang.  Berikut jangan lupa siapka...